Blueprint Afrizal Mukadar untuk HMI Cabang Ambon





 Afrizal Mukadar. Caketum HMI cab. Ambon
                        Periode 2019-2020



Saat hendak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum HMI Cabang Ambon, maka langkah yang diambil ini harus dibarengi dengan sejumlah proyeksi yang hendak dilakukan. Ibarat hendak menjadi “pegemudi” kita juga harus memastikan secara mantap fasilitas dan cara mengemudi yang mendukung kendaraan tersebut agar melaju dengan cepat di lintasannya.
Sebagai proyeksi kepemimpinan AM, berikut #UntukKemajuan Marketing Team kemudian memetakan konsep kepemimpinan AM kedepan jika nantinya dipilih sebagai Ketua Umum HMI Cabang Ambon (2019–2020).
#UntukKemajuan
AM memilih tagline #UntukKemajuan.Tagline ini diambil dari potongan lagu Hymne HMI pada larik “Yakin Usaha Sampai, Untuk Kemajuan”. Tagline ini didorong sebagai upaya untuk menggerakan HMI agar terus bergerak maju memenangkan masa mendatang dan tidak tersandera nostalgia masa lalunya.
HMI Cabang Ambon tak boleh larut dalam “nostalgia” kebesarannya hingga lupa bahwa dirinya dan organisasinya sedang berada di era pasca modernitas. HMI dan Kadernya juga tak boleh sekedar kaget apalagi panik, sembari berlindung atas sejumlah nostalgia itu. Ia harus berggas secepatnya mendorong organisasinya dengan menyiapkan sejumlah plan#UntukKemajuan.
Untuk kemajuan adalah visi hari ini, visi mendatang, sekaligus visi yang memastikan roda organisasi ini akan terus hidup sesuai dengan masanya. Jika anda merasa “kemajuan-kemajuan itu perlu kita siapkan, maka warna pemikiranmu persis dengan warna pemikiran zaman. Warna pemikiranmu juga adalah Warna Pemikiran kita bersama. Kegelisahanmu juga adalah bagian dari kegelisahan kita. Kita tak boleh takut, apalagi menangisi sejumlah tantanga itu, namun mari kita siapkan semua-semua perangkat itu, #UntukKemajuan :
Tiga Fokus Utama
Ada tiga fokus utama yang menjadi perhatian AM dalam mendukung visi besar, #UntukKemajuan, yaitu : Perkaderan (Cultural Aspect),Pengorganisasian (Organizing), dan Pergerakan (Movement).
Perkaderan
Adapun Perkaderan menjadi basis dari tiga focus itu. Kerja-kerja organisasional apapun tentu berlandasakan pada Perkaderan. Baik perkaderan dalam arti kerja-kerja keilmuan maupun regenerasi yang berkualitas. Perkaderan sebagai kerja-kerja keilmuan tetap menjadi basis bagi kerja-kerja organisasi yang lain. Apalagi di era sekarang dan mendatang, siapa yang menguasai informasi dan pengetahuan maka dia mengendalikan masa depan. Demikian juga dengan perkaderan dari sisi regenerasi.
Perkaderan menjadi basis gerak organisasi juga dipilih karena alasan pentingnya membangun HMI dengan landasan keilmuan kadernya. Tak akan ada pengorganisasi tanpa Perkaderan. Bahkan Tak ada Pegerakan tanpa Perkaderan. Sebagai organisasi “kalangan ilmiah”, HMI harus menjadi intelektualitas sebagai basis organisasinya. Dinamika organisasi dan pegerakan hari selalu bertumpu pada hal itu.
Pengorganisasian
Pengorganisasian berkaitan denganpengelolaan organisasi. Seorang yang memahami basis perkaderanlah yang bisa mengelola organisasi secara mantap. Bagaimanapun pengelolaan organisasi membutuhkan kerja-kerja perkaderan utamanya peran-peran intelektual. Tak ada gerak organisasi tanpa pengetahuan. Itu sebabnya, jika saja perkaderannya baik, maka pengelolaan organisasinya juga baik. Pergerakan menjadi focus penting, dalam rangka me-manage organisasi sejalan dengan kebutuhan zaman sekaligus kebutuhan organisasi.
Pergerakan Hari ini tantangan Pergerakan kita adalah soal penguasaan informasi. Pergerakan menjadi penting karena berkaitan dengan wilayah advokasi gagasan kader. Bagaimana kader mesti responsif (bukan reaktif) terhadap sejumlah persoalan sosial. Utamanya persoalan keumatan, dan kebangsaan. Olehnya itu, Pergerakan bukan melulu soal aksi demonstrasi, melainkan bagaimana menggerakan gagasan organisasi bagi kepentingan umat dan bangsa. Adapun model pergerakan yang ingin diarahkan adalah bukan semata soal kompetesi, melainkan satu tingkat diatasnya yakni kolaborasi (collaboration movement).
6 Rencana-Strategis :
Agar lebih terukur, maka tiga focus utama AM diatas dipecahkan lagi dalam 6 Strategi. Focus Breakdown ini akan membantuk setiap kader untuk memahami apa yang hendak ditawarkan oleh AM lewat visi besarnya #UntukKemajuan
  1. Perkaderan
  • Penataan Ulang Pola Perkaderan yang Lebih Kontekstual
  • Memperkuat HMI sebagai basis kelompok Intelektual
2. Pengorganisasian
  • Manajemen Organisasi berbasis teknologi informasi
  • Penguatan Kemandirian HMI
3. Pergerakan
  • Menjadikan HMI sebagai centra gerakan sosial dan gerakan intelektual berbasis kolaborasi
  • Memperkuat model advokasi masalah sosial berbasis pengkajian dan riset
Prioritas di 100 Hari Kerja
Aspek Perkaderan
A. Kurikulum Perkaderan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Upaya penguatan dilakukan secara menyeluruh pada rekruitman, training hingga pasca training.
‌B. Mensinergikan HMI-Kampus — Sekolah dalam pengarus utamaan wacana intelektual. Ini bertujuan untuk memperluas akses rekruitmen HMI bagi mahasiswa dan juga siswa Islam.
C. Sinergi HMI-Masyarakat-Masjid.Dalam meperkuat keberpihakan HMI terhadap masalah sosial sekaligus berperan penting di mimbar-mimbar keagamaan. Ini bagian dari upaya mewacanakan kembali “Cendekiawan Islam di Tubuh HMI”.
Aspek Pengorganisasian
A. Manajemen Organisasi Berbasis Data
B. Memperluas Akses HMI dengan membentuk sejumlah Komisariat baru di Perguruan tinggi di Kota Ambon dan sekitarnya (Politeknik Negeri Ambon, STIKES Ambon, Universitas Kristen Indonesia — Maluku dan SBB )
C. Jika komisariat-komisariat baru itu telah terbentuk maka dibentuk pula kordinator komisariat untuk mempermudah kordinasi cabang
Aspek Pergerakan
  • Memperkuat Advokasi masalah sosial berbasis riset dan kolaborasi.
  • Menetapkan Gerakan #HMIProtest(HMI Proses dan Testimoni) untuk mengevaluasi sejumlah kebijakan pemerintah. Dilaksanakan sebulan sekali.
  • Merespon setiap dinamika sosial keumatan dan kebangsaan
Opini oleh :
#UntukKemajuan Marketing Team

0 Comments