Dugaan Korupsi Pembuatan Taman Hijau Di Masjid Raya Sumbar Dugaan Kerugian Negara Capai Angka 1 Milyar




Sumbar.online-Padang- Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar), Priyanto, mengungkapkan pihaknya sedang menyidik kasus dugaan tindak pidana korupsi pembuatan taman hijau di Masjid Raya daerah setempat.

"Memang ada penyidikan kasus baru yang dilakukan tim penyidik Kejati Sumbar berdasarkan laporan masyarakat, yaitu adanya dugaan penyimpangan pembuatan taman hijau di Masjid Raya Sumbar," kata Priyanto, di Padang, Senin.

Hal itu diungkapkannya saat menggelar jumpa pers didampingi para asisten dalam rangka peringatan Hari Bakti Adhyaksa yang ke-59 pada tahun 2019.

Namun demikian ia belum bisa menjelaskan secara rinci terkait kasus tersebut, karena masih terus didalami oleh penyidik.

"Kami masih mendalami dan menyidik kasus ini secara objektif, dari hitungan kasar kerugian negara diperkirakan sekitar Rp1 miliar," katanya.

Pada bagian lain, saat ditanyai terkait kasus dugaan korupsi Bank Nagari yang sudah disidik sekitar empat tahun, ia mengatakan masih terus dilakukan.

"Penyidikannya masih terus berjalan sampai sekarang, dalam kasus ini kami memaksimalkan upaya pengembalian keuangan negaranya," katanya.

Selain itu pihak kejaksaan juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) karena persoalan itu berkaitan dengan perbankan.

Kasus dugaan korupsi Bank Nagari adalah salah satu kasus yang sudah lama ditangani Kejati Sumbar, penyidikannya dimulai sejak awal 2015.

Tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut adalah mantan Wakil Pemimpin Cabang Utama berinisial RM, Pemimpin Bagian Kredit R, Loan Officer H dan pengusaha peminjam HA.

Kasus itu berawal saat pengusaha HA mengajukan permohonan kredit modal kerja dan investasi kepada Bank Nagari pada akhir 2010, sebesar Rp23 miliar dengan masa pengembalian 60 bulan (5 tahun).

Hanya saja diduga dalam pemberian kredit tersebut diproses tidak sesuai dengan prosedur, namun tetap diberikan. (Fikri

1 Comments

  1. Korupsi merambah sampai ke masjid dan terjadi ranah minang tentu sangat memalukan. Usut tuntas dan hukum seberat2 nya pihak yg terbukti bersalah.

    ReplyDelete