Aktivis Jenggala dan LSM Kompas Meminta KPK Untuk Segera Memeriksa Jhony de Queljoe Dalam Kasus Suap Pajak Masikamba



Sumbar.online - Ketua umum jaringan aktivis jenggala center, Ismail Marasabessy, SH di jakrta meminta KPK jangan lambat untuk menindak lanjuti keterlibtan bos PT Dharma indah Jhony de Queljoe alias siong dalam kasus suap pajak la masikmba,

menurut dia berdasarkan keterangan saksi dan fakta persidngan yang bersangkutan terndikasi kuat memberikan duit sebesar 600 Juta kepada masikmba walaupun yang berngkutan berdalil pinjaman karna takut di apa apakan.

"Kami juga meminta KPK untuk segara memrikasa pemilik rekening Muhamad said, sebagai seorang pengacra alasan tidak tahu menahu soal uang di rekeningnya merupakaan alasan yang tak masuk akal dan tidak masuk dalam logika hokum, aplagi uang di rekeningnya berjumlah milyran rupiah yang diterimah dari berbagai pengusaha wajib pajak termasuk dari bos angin timur Anthony liando yang sudah di jatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Sambil menunnggu putusan banding Masikamba bersifat Ingkra, Kami juga akan  selalu mengawal kasus ini di KPK agar memastikan penegakan hokum dan pemberatasan korupsi selalu hidup di negri ini apalgi di Maluku tanah kelahiran saya, dalam waktu satu dua hari kedepan saya dan rekan-rekan aktivis janggala akan akan turun ke KPK untuk memastikan kasus ini tetap diproses dan berjalan, bahkan memastikan Jhony de Queljoe bos PT.
 Pelayaran Dharma Indah dan pengusaha lainnya yeng sudah di sebutkan namanya dalam fakta persidangan di pengadilan tipikor ambon akan kita seret ke  ruang KPK di jakarta. 

Senada dengan ini kordinator masyrkat pejuang aspirasi ( LSM KOMPAS ) korwil Maluku Asnawi patty, menimta kepada jaksa dan KPK agar  setrasnpran mungkin menindaklnuti banding masikamba dan keterlibatn Jhony de Queljoe dalam kasus pajak ini. 

Tegasnya kami tidak akan pernah tutup mata dan diam terhadap kasus korupsi, Bahkan hari jumat bsok kami akan turun melakukan demontrasi di pengadilan Tipikor untuk memastikan bahwa kasus Jhoni de Queljoe ini merupakan kasus besar yang harus menjadi perhatian Publik di Maluku.

(Ato)

0 Comments