Selingkuhan Mengaku Telah 'Digauli' Puluhan Kali, Wali Nagari Sungai Liku Lapor Polisi



PAINAN, - SUMBAR.ONLINE - Wali Nagari Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Darmawan dinonaktifkan oleh Camat. Pasalnya, Darmawan diduga berbuat asusila dengan seorang perempuan yang telah memiliki suami sah berinisial ES (30)

Terpaksa Wali Nagari (Sungai Liku), Darmawan kita nonaktifkan sementara untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan," ungkap Camat Ranah Pesisir, Zul Arzil kepada Metrans, Jumat (26/7).


Ia mengatakan, surat pemberitahuan nonaktif tersebut sudah disampaikan kepada yang bersangkutan, Selasa (23/7) lalu. Bahkan Tim Pencari Fakta (TPF) sudah dibentuk, dan saat ini menunggu TPF memberikan keterangan jelas.

Tim Pencari Fakta sudah dibentuk. Dan saat ini masih menunggu keterangan. Seandainya terbukti Wali Nagari melakukan asusila itu, nanti tergantung keputusan bupati," lanjutnya.

Sementara ES saat dikonfirmasi di kediamannya membenarkan ada hubungan dekat dengan Darmawan. Bahkan sudah sering melakukan hubungan layaknya suami isteri. Ia mengaku, perbuatan itu sudah dilakukan melebihi dari 20 kali, di beberapa tempat selain di lokasi yang disebutkan sebelumnya, yakni di ruangan kantor wali nagari.

"Bahkan saat orang sibuk shalat Jumat pernah juga terjadi. Kejadian terakhir itu yang diperogoki warga di tempat yang sunyi, saat itu memang habis melakukan hubungan, saat orang datang sang wali langsung kabur," terangnya kepada Metrans.

Namun ia mengaku, ia terpaksa melayani hasrat bejat sang wali. Karena tak berdaya untuk menantang, sedangkan sang Wali terus menerus melakukan hal yang sama.

"Sebenarnya saya terpaksa melayani hasrat bejat wali nagari akibat tidak keberdayaan saya untuk menantang. Tapi perbuatan tersebut dilakukan wali nagari terus menerus bahkan sekarang suami saya kabur dari rumah, akibatnya anak saya jadi terlantar," ungkapnya.

Namun, Darmawan saat dikonfirmasi di rumahnya membantah telah melakukan tindakan asusila dengan ES. Ia mengaku hubungan itu hanya sebatas rekan kerja.

"Kami memang ada hubungan antara atasan dan bawahan karena ES adalah salah satu kader Dasa Wisma Nagari, cuma hubungan itu kok," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kejadian ini hubungannya sangat erat dengan unsur politik untuk menjatuhkan nama baiknya di hadapan publik.

"Ini lebih kuat ke unsur politik. Memang saat ini saya telah dinonaktifkan oleh camat. Itupun sementara untuk menenangkan keadaan selama 15 hari kedepan, nanti tergantung pimpinan," sebutnya.

Ia mengaku, akibat kejadian ini, dia sangat dirugikan dan merasa malu, serta menghambat kegiatan-kegiatan yang ada di nagarinya.

LAPOR POLISI

Atas perbuatan ini, Darmawan mengaku sudah membuat laporan polisi ke Polres setempat. Sebab, menurutnya, ini merupakan pencemaran nama baik.

Atas perbuatan ini saya sudah membuat laporan polisi dengan nomor LP/36/VII/2019/Sbr-Res Pessel, tentang pencemaran nama baik. Yang saya laporkan ada dua orang dalang yang terlibat di masalah ini," kata dia

Sebelumnya, sejumlah warga Nagari Sungai Liku Palangai, Kebupaten Pesisir Selatan menyegel kantor wali nagari setempat terkait dugaan tindakan asusila yang dilakukan wali nagari, Senin (22/7). Bahkan aktivitas di kantor wali nagari sempat terhenti.

0 Comments