Refleksi Diri di 74 Tahun Indonesia Merdeka, Indonesia Merdeka Lahir dan Batin. Bukan Merdeka Secara Konstitusi UUD 1945

Penulis :

M. Rafi Ariansyah
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Negeri Padang dan Kader HMI Komisariat Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, di ridhoi dan di anugerahkan kemerdekaan oleh Allah Swt pada 17 Agustus Tahun 1945 dengan semangat perjuangan melawan penjajahan hingga bertumpahan darah, tak dapat terhitung begitu banyak pahlawan nasional yang gugur di medan tempur saat memperjuangkan kemerdekaan serta mempertahankan Indonesia agar tetap merdeka hingga tahun 1949.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka secara sendiri tanpa diberikan kemerdekaannya oleh penjajah bahkan rakyat Indonesia terus di uji untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Alinea pertama pembukaan UUD 1945 mengatakan "Bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia haruslah dihapuskan karna tidak sesuai dengan pri kemanusian dan pri keadilan"

Indonesia adalah negara yang unik memiliki keberagaman suku,ras,golongan,agama hingga bahasa daerah yang hidup rukun dan saling berdampingan dengan penuh toleransi.
Allah Swt Menganugerahkan Indonesia kekayaan alam yang melimpah, semuanya ada di Indonesia tentu dibutuhkan strategi yang fleksibel dalam mengelola dan memanfaatkannya.

Memasuki umur Indonesia yang pada hari ini berusia 74 Tahun, seluruh rakyat Indonesia, seluruh ras, seluruh suku, seluruh golongan, seluruh agama, dan seluruh jajaran pemerintahan di Indonesia haruslah merefleksikan diri mengingat kembali semangat memperjuangkan kemerdekaan, mengapa begitu ? Sebab dengan 74 Tahun Indonesia merdeka, faktanya Indonesia hanya merdeka secara lahir dan batin yang dimiliki oleh setiap individu rakyat Indonesia. Bukanlah merdeka secara Konstitusi yang tertuang di UUD 1945.

Mari kita bahas lebih lanjut dan detail, agar ini menjadi refleksi diri dan menyadarkan kita semua bahwa pentingnya merdeka secara Konstitusi.
Menurut saya merdeka secara Konstitusi dapat dilihat dari rumusan sila-sila Pancasila yang telah dicetuskan oleh para pahlawan.
Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 merupakan sebuah kenikmatan yang luar biasa di berikan oleh Allah Swt kepada rakyat Indonesia karna dapat mempersatukan Indonesia hingga saat ini dan telah berusia 74 Tahun.

Menurut Saya Refleksi diri itu akan dibahas dalam sila-sila rumusan Pancasila antara lain sebagai berikut :

1. Ketuhanan yang Maha Esa

Indonesia adalah negara yang bertuhan dan meyakini keberagaman agama seperti Islam, Protestan, Hindu, Buddha, Katholik, dan Khonghucu yang hidup saling berdampingan serta penuh toleransi.
Pertanyaannya, bagaimana dengan rakyat Indonesia yang tidak mempercayai adanya Tuhan?
Tentu ini adalah sebuah problematika yang terjadi  di Indonesia, meskipun jumlahnya sedikit akan tetapi tentu rakyat Indonesia yang tidak meyakini adanya Tuhan ini sudah bertentangan dengan Konstitusi yang ada di negara ini.
Ini adalah sebuah perbaikan pemikiran yang harus di tuntaskan dan di wadahi oleh negara dalam hal ini (Pemerintah) dengan Menteri Agama agar mampu memperbaiki pola pikir rakyat Indonesia yang tidak bergama dan tidak meyakini adanya Tuhan untuk dapat memilih 1 Agama yang diakui oleh republik ini.
Sebab jika dibiarkan terus menerus ini akan menjadi permasalahan besar jika semakin banyak fenomena seperti ini yang meyakininya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila ke 2 Pancasila mengatakan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab di jamin oleh Konstitusi untuk seluruh rakyat Indonesia.
Apakah unsur Kemanusiaan yang Adil dan Beradab ini sudah terpenuhi?
Menurut saya, sila ke 2 Pancasila saat ini hanya dirasakan oleh golongan menengah ke atas saja.
Hal ini terbukti perlakuan di mata hukum,pemerataan ekonomi,pembukaan lapangan pekerjaan, dan perbedaan ras/golongan yang masih tumpang tindih.
Menurut saya nilai utama dalam mewujudkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah pengakuan Hak Asasi Manusia.
Terlalu banyak kasus-kasus pelanggaran HAM di Republik ini yang belum dituntaskan, tentu ini adalah PR besar yang harus diselesaikan oleh negara agar image's negara tetap di anggap oleh seluruh rakyat Indonesia.

Kemanusiaan ini menyangkut kemanusiaan yang memperhatikan manusia sebagai ciptaan Tuhan sehingga harus diperlakukan secara adil dan beradab (tidak biadab). Motivasi untuk berelasi dengan manusia seluruh dunia adalah untuk menegakkan keadilan dan kehidupan dunia yang makin beradab.

Menurut saya di dalam Kemanusiaan, nilai manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan haruslah dihargai sesuai dengan harkat manusia yaitu mahluk tertinggi dari ciptaan-Nya yang berakal budi dan bermartabat. Di dalam kemanusiaan, yang berlaku bukanlah hukum rimba seperti halnya binatang yang bermodalkan naluri (instinct) semata tetapi manusia diberi akal budi, emosi, dan kehendak untuk dipakai secara adil dan beradab.

Manakala kemanusiaan hilang, maka manusia menjadi seperti binatang. Kemanusiaan akan terwujud dalam tindakan dalam memperlakukan sesama manusia. Bila perlakuan terhadap sesama itu mendahulukan prinsip keadilan dan keberadaban, maka kita adalah sesama manusia.

3. Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia akan lebih terwujud jika keadilan di bumi pertiwi ini dapat dilakukan secara merata, di semua sektor harus diterapkan karna pada dasarnya Nasionalisme sekuler dan Nasinolisme Islam mempunyai persamaan pandangan tentang pentingnya persatuan dalam perjuangan. Nasonalisme Islam meyakini persatuan dapat terbentuk melalui solidaritas umat Islam dan bagi nasionalisme sekuler meyakini bahwa kebangsaan itu sendiri mampu menciptakan persatuan.

Sejatinya menjaga persatuan dan kesatuan negara kesatuan republik ndonesia, rela berkorban demi bangsa dan negara, cinta akan Tanah air, dan berbangga sebagai bagian dari Indonesia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Pengakuan terhadap perbedaan suku bangsa (etnis) dan kebudayaan bangsa dan kebudayaan bangsa yang memberikan arah dalam pembinaan kesatuan bangsa. Sila ketiga, berupa pengakuan terhadap hakikat satu yang secara mutlak tidak dapat dibagi sehingga seluruhnya merupakan suatu keseluruhan dan keutuhan yang harus di jaga.

Negara harus menyadari secara detail bahwa pemberotankan seperti di Papua (OPM), Aceh, dan daerah-daerah lain merupakan rasa persatuan yang tidak bisa terwujud karna mereka merasa tidak diperlakukan secara adil dan utuh.

4. Kerakyatan yang di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Indonesia adalah negara demokrasi yang dalam memilih pemimpin dilakukan dengan pelaksanaan Kontestasi Demokrasi yaitunya Pemilu, sebagai negara demokrasi Indonesia mufakat dan bermusyawarah dalam setiap pengambilan keputusan agar dapat diambil sebuah keputusan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Dalam tatanan demokrasi, setiap daerah-daerah yang ada di Indonesia menempatkan masing masing perwakilannya diparlemen sebagai penyambung lidah dan aspirasi dari setiap daerah.

Dalam pengambilan keputusan para perwakilan rakyat haruslah melahirkan keputusan yang berpihak kepada rakyat, tidak memaksakan kehendak atau golongan, serta mengutamakan kepentingan rakyat.

Sebagai warga Negara dan masyarakat, setiap manusia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Tidak boleh memaksakan kehendak orang lain. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai dalam musyawarah. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepadatuhanyang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bersama. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.

Menurut saya refleksi diri untuk sila ke 4 ini perlu dikakukan oleh seluruh rakyat Indonesia terutama perwakilan-perwakilan rakyat yang ada di parlemen agar terus amanah dan dapat dipercaya serta tidak berkhianat pada rakyatnya.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan berasal dari kata Adil dapat diartikan dengan memberikan perlakuan yang merata tanpa memebeda-bedakan ataupun membanding-bandingkan.
Refleksi diri yang harus dilakukan oleh seluruh bangsa ini agar terus absah dan mampu menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dahulu kala Bangsa Indonesia menolak kolonisasi dan imperialisme yang menggerogoti rakyat, rakyat berhak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaannya.
Secara historis, setiap kepemimpinan politik setelah kemerdekaan selalu dituntut untuk berhasil mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat Indonesia, jika dahulu kita berhadapan dengan kolonialisme, maka kini kita melawan kecenderungan kapitalisme, di mana ada kecenderungan negara dikuasai oleh para pemodal yang rakus mendapatkan keuntungan dan menjadikan budak masyarakat, inilah fenomena yang saat ini terjadi.

74 Tahun Indonesia merdeka mari bersama-sama kita merefleksikan diri secara bersama-sama bahwasanya Indonesia hanya merdeka secara Lahir dan Batin dan belum merdeka secara Konstitusi UUD 1945, perbaikan-perbaikan dan terobosan pemikiran sangat diperlukan agar bangsa ini dapat merdeka secara Lahir dan Batin dan juga merdeka secara Konstitusi UUD 1945.
Ingat sejarah bisa berulang, namun hanya persoalan waktu yang berbeda.

#Merdeka
Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 Tahun, semoga Indonesia semakin maju dan jaya.

0 Comments