Kapolda Gagal Dalam Pengungkapan Kasus Korupsi Di Sumatera Barat


Penulis :
Aqil Ichsandri
(Dewan Pembina DPD GARDA NKRI Sumatera Barat dan Pengurus DPP KNPI)

Pemilihan kepala daerah yang lebih kita kenal dengan singkatan PILKADA 2020 akan mulai di tabuh pada akhir september 2019. Pilkada akan serentak di lakasanakan di Indonesia melibatkan 9 provinsi di indonesia . Sebanyak 9 PILGUB dan 224 PILBUP serta 37 PILWAKO. Dari pelaksanaan tersebut  di provinsi Sumatera Barat mengelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan 11 bupati dan 2 pemilhan wako.

Bakal calon sudah mulai bermunculan terkhususnya dalam pemilihan gubernur Sumatera Barat. Nama yang mencolok sekarang ini, sosok yang masih menjabat sebagai Kapolda Sumaera Barat Irjen Pol Fakhrizal yang sangat di gadangkan menjadi sosok gubernur Sumatera Barat. Dukungan terus menerus datang kepada beliau untuk maju. Bahkan di dalam beberapa poling di dunia maya memperlihatkan hasil yag cukup signifikat. Beliau mampu berada di posisi pertama sosok yang pantas menjadi gubenur Sumatera Barat.

Tidak hanya sekedar asumsi semeta, sosok yang terkenal ramah ini mampu menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Barat. Walaupun sempat kecolongan terhadap aksi terorisme di Dhamasraya beberapa tahun kebelakang. Tetepi pasca kejadian tersebut beliau mampu menjaga keamanan, seperti yang kita ketahui bersama. Kepolisian berhasil mengagalkan rencana aksi teror dari kelompok yang terduga terosis yang berasal JAD.

Dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda provinsi Sumatera Barat beliau cukup mumpuni. Tapi ada satu hal yang harus beliau tunjukan kepada masyarakat Sumatera Barat. Bagaimana beliau bertindak dalam pemberantasan korupsi. Korupsi menjadi kasus yang sangat menonjol akhir akhir ini di Sumatera Barat.

Ada tiga kasus korupsi yag harus segera di tuntaskan, seperti janji beliau ketika serah terima jabatan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar dalam acara tersebut beliau menyatakan akan melanjutkan Pengungkapan dugaan korupsi yang terjadi yakni  dugaan tindak pidana korupsi Hotel Balairung, Tarok City, Pariaman serta Pembangunan RSUD dr Muhammad Zein, Painan, Pesisir Selatan.

Dalam perkembangan nya dugaan kasus tersebut tidak tahu arah nya seakan akan di diamkan. Jadi pertanyaan apakah ketiga kasus tersebut memag tidak ada terjadi pelanggaran korupsi atau tidak.kalau itu ada segera di ungkap ke publik siapa yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Belum lagi kasus kasus korupsi di daerah. Yang sangat mencuatnya sekarang ini kasus dugaaan kasus korupsi perjalanan dinas di DPRD kota dan kabupaten.

Jadi dalam melihat fenomena sekarang ini, banyak nya bermunculan dukungan untuk maju menjadi gubenur Sumatera Barat perlu di pertanyakan, bagaimana dengan janji dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam 3 kasus yang pernah di sampaikan belum ada satu pun tersangka kalau memang terjadi pelanggaran.

Dalam hal ini penulis meminta kepada kapolda sumatera agar fokus dalam menjalankan tugas sebagai kapolda Sumatera Barat. Terkhusus nya membongkar aib korupsi yang terjadi, jangan sampai terlena terhadap dukungan masyarakat yang terus mengalir. Jangan sampai menjalankan tugas sebagai kapolda untuk menjadi gubernur provinsi Sumatera Barat.

Padang, 28 Agustus 2019
(O82135585379)

0 Comments