Kedaulatan Negara Di Usik, PB SEMMI Serukan Ganyang Filipina



Sumbar.online, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menyayangkan kegagalan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) dalam membuat situasi kondusif pasca kerusuhan di Sorong, Manokwari dan beberapa wilayah Indonesia.

"Saya sangat menyayangkan kelambanan pemerintah, dalam hal ini Menkopolhukam untuk membuat situasi Sorong, Manokwari, dan sebagian wilayah indonesia bisa kembali kondusif dan aman. Padahal, sudah seharusnya Menkopolhukam mampu mengkoordinir keamanan negara ini, apa lagi di hari Kemerdekaan RI, harusnya masyarakat Indonesia khususnya Papua bisa menikmati semangat kemerdekaan dengan persatuan bukan perpecahan" kata Bintang usai sharing koordinasi mingguan organisasi serumpun syarikat Islam di rumah kebangsaan HOS Tjokroaminoto, Jakarta, Selasa (20/8).

Dalam keterangan persnya, Bintang menduga terjadi persekongkolan jahat terkait kedaulatan negara. Pasalnya aksi demonstrasi masyarakat Filipina bersamaan dengan kerusuhan yang terjadi hari ini di Indonesia terkait Papua.

"Menurut kami janggal, aksi demo Filipina dan kerusuhan yang terjadi hari ini terkait Papua bisa bersamaan. Kami mendesak kepala BIN untuk memberikan informasi lebih banyak terkait hal ini, karena menyangkut kedaulatan negara," ucapnya.

Ia juga menyayangkan sikap negara Filipina yang diduga ikut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. Menurutnya, sikap masyarakat Filipina bisa berakibat fatal atas kedaulatan wilayah NKRI .

"Permasalahan wilayah ini sangat sensitif. Kami mendesak presiden untuk memulangkan dubes Filipina di Indonesia dan memutus hubungan diplomatik Indonesia Filipina," tegasnya.

Dalam keterangan persnya, Bintang juga mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika pemerintah Indonesia tidak memenuhi permintaannya.

"Kami akan boikot kedubes Filipina untuk Indonesia sebagai wujud cinta kami kepada NKRI. Dengan ini kami nyatakan Ganyang Filipina," tutupnya.

Diketahui sebelumnya sebelum terjadi kerusuhan serentak dibeberapa kota terkait Papua, Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya memiliki sekitar 25 senjata api. Senjata itu ada yang dibeli di wilayah Filipina dan Papua Nugini.

"Senjata-senjata itu didapat dari jalur penyelundupan secara gelap yang dilakukan kelompok tersebut dengan membeli beberapa senjata di wilayah Papua Nugini maupun di wilayah Filipina," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).
(Rimba)

0 Comments