Mahasiswa Universitas Pattimura Mendesak Rektor Turunkan Biaya UKT dan SPI

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Unpatti (15/8)
Sumbar.online- Puluhan Mahasiswa Universitas Pattimura (UNPATTI) menggelar aksi unjuk rasa dan membakar almater dalam rangkaian aksi menolak kenaikan  Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pengembangan Internal (SPI) bagi mahasiswa baru angkatan 2019. 

Puluhan mahasiswa yang menyatakan diri dari Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMAPEKA UNPATTI)  ini merupakan gabungan dari berbagai elemen organisasi dan non organisasi mahasiswa di Universitas Pattimura, Mereka berunjuk rasa di Gedung Pusat Registrasi Universitas Pattimura. Poka, Ambon, Kamis (15/8/2019).  


Rudi Rumagia sebagai kordinator lapangan, dia mempertegas dalam orasinya bahwa, dalam Pasal 83 dan Pasal 84 Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan, pendanaan perguruan tinggi menjadi tanggungjawab pemerintah, universitas, dan masyarakat.


"Universitas Pattimura (UNPATTI) harus berhenti membebankan komponen pembiayaan pendidikan terbesar pada mahasiswa. Universitas Pattimura (UNPATTI) harus berhenti mengandalkan pemasukan dari Biaya Pendidikan Mahasiswa sebagai pemasukan utamanya," tegas Rudi Rumagia.

Dia melanjutkan bahwa, seharusnya Universitas Pattimura yang beralih status menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dengan berbagai macam sumber-sumber pendapatan ini tidak harus mengambil kebijakan yang terkesan mencekik orang miskin untuk tidak kuliah di Universitas Pattimura (UNPATTI). Tutupnya.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa mulai dari jam 9 pagi hingga jam 1 siang di depan registrasi pusat, kemudian para pengunjuk rasa ditemui oleh WR I, WR II dan WR III, mereka datang mewakili Rektor untuk menyampaikan beberapa hal persoalan tuntutan para pengunjuk rasa. Diantaranya menurunkan biaya Sumbangan Pengembangan Internal (SPI). Penjelasan WR Dr. Jantje Tjiptabudy, SH., M.Hum yang membidangi Bidang Administrasi Umum di Universitas Pattimura diantaranya : 

1. Untuk seluruh Mahasiswa Baru Reguler I Universitas Pattimura Jalur Mandiri Tahun 2019 Bahwa UKT dan SPI yang tidak sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa sebagian besar telah Dirubah dan juga Sedang Dalam Proses .

2. Untuk Mahasiswa Reguler I jalur Mandiri UKT diberlakukan 3 Kategori UKT yaitu : 

    - sosial UKT sebesar ( RP. 2.500.000 ) 

    - exata UKT sebesar  ( RP.3.000.000 )

    - semisosial  ( RP. 2.750.000 )

3. Untuk Mahasiswa  Reguler I jalur Mandiri , dikenakan SPI dengan 2 kategori yaitu :

    - Untuk penghasilan orang tua di atas RP.3000.000 dikenakan SPI sebesar  (RP. 2000.000 ) 

  - Untuk penghasilan orang tua di bawah RP.3.000.000 dikenakan SPI sebesar ( RP.1.000.000)


Dari beberapa penjelasan yang di sampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum kemudian di tambah dengan penjelasan dari Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Frederik Rieuwpassa, MS. untuk menjawab tuntutan dari para pengunjuk rasa soal perpanjangan waktu pembayaran uang semester. sesuai pernyataan Prof. Federik bahwa untuk waktu pembayaran di perppanjang hingga hari selasa tangga 20 agustus 2019.

setelah beberapa penjelasan yang disampaikan oleh pihak rektorat para pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri depan gedung registrasi pusat. (lw)

0 Comments