Mahasiswa UNPATTI Demo Tolak Kenaikan Biaya Kuliah


Konfrensi Pers Mahasiswa Depan Gedung Registrasi Pusat UNPATTI ambon (14/8)



Maluku. Ambon - Puluhan mahasiswa Universitas Pattimura (UNPATTI) ambon menggelar aksi untuk menolak  kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru angkatan 2019. Puluhan mahasiswa yang menyatakan diri dari Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus "AMAPEKA UNPATTI" ini merupakan gabungan dari berbagai elemen organisasi dan non organisasi mahasiswa di UNPATTI.

Mereka berunjuk rasa di Depan Gedung Registrasi Pusat UNPATTI Ambon, Poka, Rabu (14/8/2019). 

Amsir Renoat, Mahasiswa Fakultas Hukum UNPATTI yang tergabung dalam Tim Kajian Aksi mengatakan, dalam Pasal 83 dan Pasal 84 Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan, pendanaan perguruan tinggi menjadi tanggungjawab pemerintah, universitas, dan masyarakat.

"UNPATTI harus berhenti membebankan komponen pembiayaan pendidikan terbesar pada mahasiswa. UNPATTI harus berhenti mengandalkan pemasukan dari Biaya Pendidikan Mahasiswa sebagai pemasukan utamanya," tegas Amsir.

Berdasarkan statistik yang dirilis, rata-rata mahasiswa sarjana (S1) reguler angkatan 2018, UKT berkontribusi lebih dari 50% Biaya Kuliah Tunggal (BKT). Hal itu berarti proporsi pendanaan BKT tidak berimbang, dan didominasi oleh biaya yang dikeluarkan mahasiswa melalui UKT.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum (PTN BH) yang mandiri secara keuangan, UNPATTI kata Amsir, seharusnya memanfaatkan sumber dana alternatif lain daripada mengambil uang dari mahasiswa melalui UKT, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 PP No 26 Tahun 2015.

Amsir menjelaskan, BKT adalah biaya pokok kuliah, sedangkan UKT itu biaya yang harus dibayar mahasiswa. Jadi, UKT adalah BKT yang sudah dikurangi subsidi atau sumber dana alternatif lain.

"Meski begitu, sekitar 60% mahasiswa membayar di UKT termahal, dan berpariasi ada yang 5 juta ada yang 7 sampai 9 juta" ujar Amsir.‎

Dia mempertegas bahwa UNPATTI dengan sumber pendapatan dari berbagai usaha yang lahir dari status BLU seharusnya biaya kuliah tidak mencekik leher orang miskin yang ingin kuliah di UNPATTI. ini bagian dari bentuk penegsan Rektor UNPATTI terhadap bahasa yang pernah beliau kleuarkan bahwa "Orang Miskin Dilarang Kuliah" tutup dia.

Setelah melakukan unjuk rasa didepan Gedung Registrasi Para Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli kampus ini menggelar Konfrensi Pers untuk menyampaikan bebera alasan mengenai unjuk rasa hari ini,  kemudian mereka mempertegas akan melanjutkan aksi pada kamis besok dengan jumlah masa yang besar.   (lw)

0 Comments