Mega Lina ; Visi KOHATI Bergerak Dan Fleksibel Dalam Kemajuan

Mega Lina : Kandidat Calon Kekoh HMI Cab. Ambon periode 2019-2020

Ambon -  Konfrensi Cabang (KONFERCAB) ke XXX dan Musyawarah Kohati (MUSKOH) ke XXVIII Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon periode 2019 - 2020  telah digelar di waiheru pada bulan juli hingga agustus 2019 ini, KONFERCAB telah mencapai proses akhir sementara MUSKOH masi sementara berlansung.

Mega Lina, perempuan kelahiran  17 Oktober 1997, Waisala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengaku siap jika diberi amanah untuk memimpin Korps HMI-Wati (KOHATI) di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon periode 2019 - 2020

Mega, sapaannya, mengaku optimis membawah organsiasi yang fokus di bidang keperempuanan itu ke arah yang lebih baik, melalui visi 'KOHATI Bergerak dan Fleksibel dalam Kemajuan' yang diusungnya. 

"Kita kader-kader KOHATI jangan sampai mati dalam pergerakan, pergerakan yang saya maksud ini adalah lebih peka ke persoalan-persoalan yang terkesan memarginalkan perempuan dalam ruang lingkup sosial kemasrakatan. Banyak persoalan keperempuanan yang seharusnya kita lebih terdepan dalam mengawal atau istilah aktivis mengadvokasinya, guna menjaga harkat dan martabat perempuan itu sendiri, khususnya yang ada di kota ambon," katanya kepada sumbar.online lewat pesan wa-nya, sabtu (24/8/2019). 



Mahasiswa aktif di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP) Unpatti ini, memaparkan, untuk mengkonkritkan visinya tersebut, ia akan menurunkan kedalam empat misi  gerakan.

yang pertama, jelas pengerus BEM FISIP Unpatti itu, ialah mengoptimalkan kajian yang relevan dan uptodateyang kedua, memberdayakan KOHATI sebagai instrumen penggerak HMI. Kemudian yang ketiga, membangun KOHATI sebagai role model perempuan muslimah ideal. Dan keempat, memajukan peran perempuan dalam masyarakat untuk mengisi revolusi industri 4.0.

Beberapa misi diatas di nilai penting sebagai road map untuk membangun atau menjadikan Korps HMI-Wati (KOHATI) proaktif serta menjaga peran perempuan dalam HMI untuk tetap hidup kedepan.

"kita KOHATI harus lebih proaktif dalam urusan-urusan keperempuanan, banyak persoalan sebenarnya, mulai dari internal HMI sendiri dan juga di eksternal dalam hal ini di masyarakat. Intinya kohati jangan sampai tidak diberdayakan serta tidak peka untuk urusan-urusan keperempuanan di masyarakat." Bebernya. (lw)


0 Comments