DPD Garda NKRI Maluku; Gubernur Maluku Jangan Sesering Gonggong Kalau Bisa Gigit

zen lelangwayang; ketua umum garda nkri maluku


A
khir-akhir ini sering muncul berita dimedia soal gubernur Maluku murad ismail dengan kementrian kelautan dan perikanan  susi pujiastuti. Pasalnya mantan kapolda Maluku itu menabur genderang perang terhadap mentri susi atas kebijakan mentri kkp itu yang merugikan provinsi Maluku.

Diberbabagi media pernyataan perang gubernur Maluku terhadap mentri kelautan dan perikanan susi pujiastuti menjadi headline dibeberapa media cetak dan online. Pasalnya pernyataan perang gubernur Maluku itu berujung dari kebijakan susi selama ini yang merugikan Maluku, seperti yang dimuat oleh media @tribunnews pada 4 september 2019, gubernur Maluku merasa kesal dengan kebijakan mentri kelautan dan perikanan susi pujiastuti.

Pernyataan perang gubernur Maluku terhadap mentri susi yang di sampaikan dalam sambutan disaat melantik pejabat sekda Maluku di kantor gubernur Maluku pada senin 2 september 2019. Pasalnya pernyataan itu hanya main-main menurut gubernur setelah mentri susi mengirimkan utusan pada 5 septermber 2019.

Ditanggapi oleh  ketua umum Garda NKRI Maluku. Zen Lelangwayang, kepada media ini dia mengatakan bahwa Gubernur Maluku jangan sesering gonggong kalau bias gigit. Karena pernyataan gubernur Maluku soal peranng denga mentri susi itu hanya main-main seperti yang dilansir pada media online @kompas.com, “gubernur maluku mengakui kalau pernyataan perang ke mentri susi itu hanya main-main”.

Lanjut  Zen, pernytaan gubernur itu sudah paling bagus karena keberanian seperti itu yang diinginkan masyarakat Maluku. Sebab selama ini Maluku sengaja di miskinkan oleh pemerintah pusat lewat kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak sedikitpun kepada masyarakat Maluku. Apalagi soal kelautan dan perikanan di perairan Maluku.

Karena kalau pak gubernur hanya menggonggong dan tidak menggigit itu sama halnya dengan pak gubernur menggertak lalu merayu (Saya pinjam pernyataan Ardiman Kelihu). Betul sekali pak gubernur hanya gertak dan itu kemunkinan besar tidak berefek kepada apa yang diinginkan oleh semua orang Maluku.

Alumni universitas pattimura itu justru mendukung kalau pak gubernur Maluku menggonggong sekaligus menggigit, karena selama ini kita terlalu dibodohi dengan orang di Jakarta, setiap kebijakan yang menyangkut dengan sumberdaya alam selalu saja merugikan masyarakat Maluku, seperti kebijakan mentri susi soal 1.600 kapal penangkapan ikan yang dikirim kelaut maluku tanpa satu ABK-pun dari orang Maluku. Dan bukan saja soal kapal, hampIr tiap bulan 400 kontainer ikan yang dibawah dari laut Maluku ke pusat kemudian di ekspor ke luar negeri, dan ini konyol namanya.

Maka kami mengharapkan pak gubernur Maluku yang sudah tidak asing lagi untuk orang-orang  dipusat, tidak hanya menggonggong, kalau itu untuk kepentingan orang Maluku. Kami menginginkan pak gubernur menggonggong kalau bisa juga menggigit. Seperti pernyataan sasi laut yang disampaikan disaat sambutan beliau ketika melantik penjabat sekda Maluku kasrul selang di lantai VII kantor gubernur Maluku (2/9/19) yang dimuat oleh media @siwalima.

0 Comments