Kinerja Polsek Namrole Dipertanyakan Terkait Dengan Penggunaan Ijazah Palsu

abdul gani rahawarin

Pelimpahan berkas yang dilakukan oleh Polres Pulau Buru di Namlea kepada Polsek Namrole bertujuan untuk mempermudah penyelidikan terhadap saudara Abdul Gani Rahawarin selaku pihak terlapor dan Istri dari Almarhum Bapak Letetuny selaku penanggungjawab ujian paket C pada saat itu untuk mengklarifikasi daftar 8355 sebagai salah satu alat bukti yang bisa mengonfirmasi betul tidaknya yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta ujian nasional. 

Kebetulan rumah dari kantor Polsek Namrole dengan terlapor (Abdul Gani Rahawarin) dan pengelola ujian paket C, Istrinya dari Almarhum Bapak Letetuny sangat dekat. Ke rumah Gani Rahawarin tidak sampai 2 menit sudah sampai. Ke rumah Almarhum Bapak Letetuny hanya 5 sampai 7 menit. Artinya, progres penyelidikan terkait dengan pemanggilan keduanya sebagai terlapor dan saksi sudah harus diketahui oleh pelapor dan masyarakat sehingga publik bisa tahu soal kapastian dari penggunaan Ijazah palsu yang sudah lama menjadi polemik. Apalagi masa bakti anggota DPRD 2014-2019 hampir selesai. Itu artinya, prosesi pelantikan anggota DPRD Buru Selatan periode 2019-2024 akan segera dilakukan. Direncanakan proses pelantikan akan berlangsung pada akhir bulan ini. 

Mestinya sebelum masuk masa pelantikan, segala persoalan yang terjadi maupun yang berkaitan dengan reputasi dan kredibilitas para anggota DPRD terpilih ini sudah harus diclearkan biar tidak menjadi bom waktu dikemudian hari.

Dalam konteks ini pihak Polsek harusnya bekerja profesional dalam mengungkap apa motif dari penggunaan Ijazah palsu. Ini sudah masuk dalam extraordinary crime (kejahatan luar biasa) karena pihak terlapor diduga telah melakukan penyalagunaan dokemen negara.

Dengam demikian, penyelidikan yang profesional penting untuk dilakukan. Jangan ada tendensi kepentingan politik tertentu, apalagi dengan sengaja mau menghambat proses pengungkapan kasus ini. Ini fatal bagi konsolidasi demokrasi kedepan.

0 Comments