Sumbawa Membutuhkan Bupati Yang Memimpin Dengan Hati



Oleh : Batra Adiwijaya Ningrat, SE.
(Direktur Eksekutif Sumbawa Youth Institute/ Calon Magister Manajemen)

Masyarakat Sumbawa dalam waktu dekat akan kembali menentukan pilihan dalam kontestasi PILKADA Serentak yaitu pada tahun 2020, tentu sebagai salah satu masyarakat khususnya sebagai kaum milenial yang dikategorikan sebagai pemilih yang rasional dan idealis, Saya pribadi tentunya memiliki satu kategori sendiri dalam melihat dan menganalisa pemimpin yang saat ini dan masa depan butuhkan adalah sosok pemimpin yang menggunakan hati dalam menjalankan amanah yang diberikan. Tentu bukan tanpa alasan yang sangat kuat saya mengidamkan sosok pemimpin yang memimpi dengan hati, karena menurut saya pemimpin yang mengedepankan hati nurani adalah sosok pemimpin yang lebih melihat manusia (masyarakat) sebagai makhluk yang berdimensi luas dan harus didengarkan suara dan aspirasinya. Pemimpin yang seperti ini, biasanya menjadikan siapa saja yang dipimpin bekerja secara ikhlas, menyenangkan dan mengikuti suara hati nuraninya masing-masing. Sehingga hubungan yang terbangun antara pemimpin dengan bawahnya serta rakyatnya seperti ayah dengan anaknya. Dengan begitu timbullah rasa saling menghormati, menyanyangi, menghargai dan saling menjaga.

Alasan saya, mengapa pemimpin itu harus dengan hati, karena hati diibaratkan sebagai raja sedangkan anggota badan adalah prajuritnya. Bila rajanya baik maka akan baik pula prajuritnya, begitujuga sebaliknya. Menurut islam hati adalah standar kebaikan amalan badan. Ia ibarat pemimpin bagi badan. Baiknya hati akan berpengaruh pada baiknya amalan badan, dan buruknya hati akan berpengaruh buruknya amalan badan. Rasulullah SAW bersabda: “ketahuilah, sesungguhnya didalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka seluruh tubuh akan baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (Segumpal daging) itu ialah hati.” (H.R. Muslim). Menurut pandangan saya yang tersirat dari hadist ini adalah bagaimana hati memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap tindakan dan perbuatan kita. jika pemimpin yang mampu memiliki sifat ini tentukan dalam menjalankan amanah yang diberikan akan selalu mengutamakan nilai-nilai kebaikan untuk semua orang.

Misalnya ketika dalam membuat regulasi pemimpin yang seperti ini akan mempertimbangkan kepentingan atau perasaan masyarakat ketimbangan kepentingan sebuah kelompok atau familinya.

Dan pendapat lain juga menguatkan tentang sosok pemimpin. Ialah pernyataan Dr. Djokosantoso dalam More about Beyond Leadrship (2018:183), Untuk menjadi pemimpin yang utuh, pemimpin yang berhasil, tidak hanya dibutuhkan kecerdesan intektual tetapi juga kecerdasan emosional. salah satu ciri seseorang yang memiliki kepemimpinan hati adalah mampu mengembangkan simpati sejati. Simpati adalah daya Tarik yang bersifat emosional, berdasarkan perasaan. Adapun ciri dari seorang pemimpin yang memimpin dengan hati ialah seseorang pemimpin yang memimpin tanpa menggunakan kekuasaan, tetapi dengan memancing keluar kebaikan dari dalam diri setiap anggota organisasi atau orang yang dipimpinnya. Dan seorang pemimpin yang menggunakan kekuasaan untuk kesejahteraan masyarakatkan. Senada dengan pandangan George Washington yang mengatakan “Gunakan kekuatan untuk menolong orang lain karena kita telah diberikan kekuasaan tidak untuk mengejar tujuan kita sendiri atau untuk membuat sebuah pertunjukkan hebat didunia untuk sebuah nama. Tetapi satu kegunaan kekuasaan adalah untuk melayani sesama”. Dan ciri selanjutnya ialah seorang pemimpin yang memiliki kerendahan hati. Karena dengan kerendahan hati akan mampu menciptakan kedekatan yang sangat erat antara pemimpin dengan orang biasa (masyarakat) dan akan bersama-sama memberikan perubahan yang lebih baik. Kemudian yang terakhir adalah pemimpin harus memiliki rasa simpati pada orang lain, terlebih pada masyarakatnya. Ia harus dapat memahami mereka dan mengetahui masalah-masalah yang sedang mereka hadapi.

Ketika pemimpin memimpin dengan hati, maka orang dibuat gembira, hatinya lapang, dibangun cita-cita atau harapan bahwa ada sesuatu yang lebih mulia yang ingin diraih secara bersama-sama. Cara inilah yang melahirkan keikhlasan. Dengan cara itu orang akan bekerja secara ikhlas, dalam arti tidak hanya dimotivasi oleh uang dan atau peraturan. Bekerja bersama-sama dengan pemimpin seperti ini tidak akan merasa terpaksa, tetapi justru sebaliknya, yaitu mendapatkan kegembiraan dan kepuasan. Seorang disebut sebagai memimpin dengan hati, manakala kepemimpinannya dilakukan dengan tulus, ikhlas, dedikatif dan integritas yang tinggi terhadap organisasi atau lembaganya. Orang-orang yang dipimpinnya bukan dijadikan sebagai alat, tetapi diposisikan sebagai pihak-pihak yang terhormat dan dikembangkan agar bisa berkarya maksimal dan sebaik-baiknya. Pemimpin ideal ialah seseorang pemimpin yang dalam menunaikan tugas-tugas kepemimpinannya bukan karena ingin mendapatkan imbalan, baik berupa uang atau lainnya tetapi untuk meraih cita-cita yang mulia. Selain itu, dalam hal mengawali dan menghadapi resiko, pemimpin selalu berada di depan, akan tetapi sebaliknya, tatkala berbagi imbalan atau keuntungan selalu menempatkan diri di belakang. Kepemimpinan seperti inilah yang melahirkan kebersamaan dan saling berbagi kasih sayang antara pemimpin dan mereka yang dipimpinnya.

Dan menurut saya, jika figure yang memimpin tanah intan bulangeng ini adalah pemimpin yang memimpin dengan hati, saya sangat yakin Kabupaten Sumbawa akan menjadi salah satu daerah yang maju dan akan diperhitungkan. Karena tentunya pemimpin yang seperti inilah yang seharusnya memimpi Sumbawa bagaimana setiap program dan regulasinya selalu pro kepada kepentingan masyarakat banyak. Jadi kita sebagai masyarakat akan cenderung lebih produktif karena tidak lagi mencemaskan kedzoliman dari beringasnya program dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Karena masyarakatnya merasa aman dan merasa bahwa hak sebagai masyarakat telah didapatkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka bukan berdasarkan kemauan sekelompok orang sehingga memaksa masyarakat menerimanya. Jadi kesimpulannya, sudah menjadi kebutuhan bagi Kabupaten Sumbawa dan
masyarakatnya akan pemimpin yang memimpin dengan hati agar Sumbawa bisa menjadi kabupaten yang maju dan memiliki sumber daya manusia yang handal.

0 Comments