Dakwaan Kepada Achmad Ar Amj Dikatakan Rekayasa Oleh Saksi JPU Sendiri, PERMAHI Menuntut Pertanggungjawaban



SAMARINDA : Sidang kasus dugaan pemalsuan surat yang mendudukkan Achmad AR AMJ Bin Musa (alm.) Pada Rabu (02/10/2019) sore sangat mengejutkan.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda yang dipimpin R Yoes Hartyarso SH MH dengan Hakim Anggota Joni Kondolele SH MM dan Edi Toto Purba SH MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudhi Satrio Nugroho SH dari Kejaksaan Negeri Samarinda, ketika menghadirkan saksi lisia anak dari Doel halim

Dalam kesaksiannya, Lisia pemilik tanah di Jalan Sentosa RT 031, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, seluas 650m2 Bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 03278 yang dibeli dari terdakwa Achmad AR AMJ Bin Musa, di hadapan pejabat PPAT Lia Cittawan Nanda Gunawan SH, dengan Akte Jual Beli Nomor 75/2015 tanggal 22 September 2015,

dalam kesaksiannya lisia di atas sumpah DALAM SIDANG TERBUKA OLEH UMUM menyampaikan kesaksiannya dihadapan hakim yang di saksikan  mahasiswa hukum yang tergabung dari beberapa universitas yang ada di samarinda tergabung dalam PERMAHI. Bahwa  dakwaan jaksa  penuntut umum rekayasa dengan lantang, karena isi dakwaan itu fitnah semua sahut Lisia,  Rt membubuhkan parafnya jadi tidak ada tanda tangan palsu katanya kemudian melanjukan dengan mengatakan.

 "masa achmad ar amj menjual tanah kepada saya berdampingan dengan tanah saya, ini cerita karangan dari mana oleh JPU dan ngaur semua" dengan nada tinggi kemudian Lisia melanjutkan keterangannya bahwa dakwaan isinya Tipu-tipu untuk mengkriminalisasi achmad ar amj , selanjutnya ditempat terpisah pada pertemuan keesokan harinya dalam pertemuan di kediaman Lisia yang didampingi suaminya hanry sulistio kami dari PERMAHI yang diwakili abdul rahim ketua bidang advokasi dan lingkungan hidup DPN PERMAHI.

Melakukan wawancara yg dibuat dalam Berita acara pemeriksaan atas  keterangan Lisia ketika di persidangan dan proses pemeriksaan di Polresta Samarinda, ternyata kami menemukan fakta-fakta yang memprihatinkan penegakan hukum di Samarinda, sehingga kami berpendapat dalam perkara nomor 742/Pid.B/2019/PN.Smr jelas tercium aroma oknum-oknum mafia peradilan yang membeck up mafia tanah yang sudah meresahkan masyarakat dan harus di bersihkan demi peradilan yang bermartabat dan agung.

Bagaimana tidak, hakim yang seharusnya mengali kesaksian lisia dan memberi beban pembuktian kepada Lisia atas penyataannya, tetapi justru menghalang-halangi keterangan Lisia pada saat itu, sehingga hakim tidak memberi ruang kepada Lisia untuk menunjukan bukti2nya secara patut, dimana  telah diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU no 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman yg berbunyi " hakim dan hakim konstitusi wajib menggali,mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat" .

Namun  hakim tidak menguji materil justru melakukan manuver dalam hukum acara untuk menghilangkan hak-hak Terdakwa dalam membela diri, ini membuat kuat dugaan Hakim menjalankan tugasnya berdasarkan order mafia tanah sehingga terlihat jelas ingin mengkriminalisasi Terdakwa secara absrud, oleh sebab itu agar tidak menjadi keresahan di masyarakat  maka PERMAHI yang diwakili Abdul Rahim menuntut kepada Ketua Pengadilan Negeri Samarinda Hongkun Otoh,S.H.M.H agar memberi pertanggung jawabaan atas.

Jalannya persidangan yang bersih dan adil sesuai perintah undang-undang Pasal 5 ayat 1 undang-undang Nomor 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman dan kami sudah bersurat dan melampirkan 10 bukti-bukti ke ketua pengadilan negeri samarinda. perihal Fakta persidangan  perkara 742/Pid.B/2019/PN.Smr, siapa yang harus bertangung jawab jika saksi JPU yang bernama lisia justru mengatakan dakwaan rekayasa dan palsu dan bagaimana dengan Achmad Ar Amj sebagai warga negara yg seharusnya Negara hadir melindungi hak2 nya justru diperlakukan semena-mena oleh oknum-oknum penegak hukum dan mengalami banyak penderitaan sejauh ini?

kami pun dari PERMAHI sudah melaporkan oknum jaksa dari kejari samarinda ke kejaksaan agung republik indonesia di jakarta dan melampirkan 10  Bukti perihal pelaporan  terhadap oknum jaksa yang mengkriminalisasi achmad ar amj bin musa  atas order mafia tanah. kami siap dan berjanji akan mengawal dan ikut serta memberantas mafia peradilan dan mafia tanah hingga dijebloskan kepenjara sesuai perbuatannya, dan kami akan menghadirkan dan melindungi saksi dan bukti-bukti yang ada sampai persoalan ini tidak menjadi keresahan lagi dimasyarakat kota Samarinda .

Post a Comment

0 Comments