Mengenang 57 Tahun Wafatnya M.Yamin, Tokoh Pemersatu Bangsa Dengan Setumpuk Karya



Catatan Ifan Tanjung

Hari ini, persis 57 tahun silam, Ibu Pertiwi berduka. Mohammad Yamin, sosok pemersatu bangsa itu pergi buat selama-lamanya. Yamin tutup usia pada 17 Oktober 1962, dalam usia 59 tahun. "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan jasa. Kendati sudah lebih dari setengah abad Yamin wafat, nama dan karya besarnya bakal selalu dikenang.

Mohammad Yamin Bapak Pemersatu Bangsa

Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H, adalah salah satu pelopor lahirnya Sumpah Pemuda.  Dia juga salah satu dari panitia sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta yang merupakan cikal bakal dari terbentuknya UUD 1945 dan Pancasila.

Bapak Pemersatu Bangsa amat pantas disematkan kepada Yamin. Sebab, pelbagai torehan karya-karyanya amat berarti bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Yamin adalah perumus poin-poin penting dalam sumpah pemuda.
Pemuda kala itu yang masih tergabung dalam organisasi kedaerahan, seperti Jong Java, Jong Indonesia, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi dan lainnya sepakat untuk mengikrarkan sumpah pemuda yang isinya kita kenal sekarang ini: "Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Dan  Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."
Sumpah pemuda ini secara cepat melecut rasa nasionalisme pemuda di seluruh Indonesia kala itu.

Sastrawan, Sejarawan, Ahli Hukum, dan Politikus

Selama kiprahnya, Muhammad Yamin juga dikenal sebagai sastrawan Indonesia. Dengan sastra beliau berupaya menonjolkan patriotisme dan juga merajut persatuan bangsa.

Lelaki kelahiran Sawahlunto 23 Agustus 1903 ini, juga dikenal sebagai sejarawan. Sejumlah karya sejarah dan buku tentang sejarah serta tokoh-tokoh masalu, seperti Gajah Mada, Sejarah Pangeran Diponegoro, Sejarah Majapahit, dan beberapa karya tulis lainnya berhasil dibuat oleh Yamin.

Memang, Muhammad Yamin lahir dan besar dalam keluarga cendekiawan dan tokoh penting negeri ini. Sebut saja,  Djamaludin Adinegoro yang merupakan Bapaknya Wartawan Indonesia itu, adalah saudara Yamin, nama-nama lain seperti Ramana Usman, Muhamad Yaman dan Mohammad Amir juga merupakan saudara Yamin. Berkat dukungan keluarga, dia tumbuh sebagai pribadi yang berpikiran besar.

Sosok luarbiasa yang kemudian dinobatkan sebagai pahlawan nasional ini dikenal pula piawai dalam berpolitik dan ahli ilmu hukum.
Sejumlah jabatan penting semasa orde lama pernah diemban Yamin,
Diantaranya: Anggora DPR, Menteri Kehakiman, Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan, Menteri Urusan Sosial dan Budaya, Ketua Dewan Perancang Nasional, Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara, dan Menteri Penerangan. Selama hidupnya, Yamin banyak menelurkan karya-karya besar untuk bangsa ini.

Perjuangan panjang seorang Muhammad Yamin dan tokoh-tokoh bangsa lainnya, hendaknya menjadi iktibar bagi pemuda zaman kini.  Hari-hari ini, bergaram riak mencoba menerpa harmonisasi bangsa. Harusnya, menanamkan rasa nasionalisme dan merajut persatuan dalam kemajemukan, mesti ditekankan.

57 tahun berlalu, namun semangat Yamin akan tetap hidup. Semoga akan lahir Yamin-Yamin yang lain. Mengabdi dan berkarya demi kemajuan bangsa.


Batam 17 Oktober 2019

0 Comments